IKA FBS UNJ

Media Komunikasi ALUMNI FPBS IKIP Jakarta/FBS Universitas Negeri Jakarta MENUJU SINERGI NYATA

Minggu, 31 Agustus 2014

Peluncuran YAYASAN IKA FBS UNJ; Menuju SINERGI NYATA (on Pictures)

Inilah momen yang langka dan bersejarah; untuk kali pertama
Peluncuran YAYASAN IKA FBS UNJ sebagai lembaga hukum yang menaungi para alumni FPBS IKIP Jakarta/FBS Univ. Negeri Jakarta pada Sabtu, 30 Agustus 2014 di Pendopo FBS Kampus UNJ Rawamangung, sekaligus pergelaran HALAL BIHALAL & PENDOPO RASA.
Sekali lagi, Langkah Menuju Sinergi Nyata

















Diposting oleh Syarif Yunus di 07.38 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Ketika Alumni FPBS IKIP Jakarta/FBS UNJ "Poelang Kampoeng" on Picture

Momentum Alumni FBS UNJ/FPBS IKIP Jakarta “Poelang Kampoeng” Sabtu 3 Mei 2014 Pukul 10.00-15.00 WIB di Aula Perpustakaan Kampus UNJ Rawamangun. Mengapa “Poelang Kampoeng”? Tentu, untuk 1) Membangun silaturahmi sesama alumni FBS UNJ/FPBS IKIP Jakarta, 2) Membangun kekompakan dan kebersamaan sesama alumni FBS UNJ/FPBS IKIP Jakarta, dan 3) Merealisasikan sinergi dan kontribusi nyata alumni FBS UNJ/FPBS IKIP Jakarta kepada almamater FBS UNJ.




















Diposting oleh Syarif Yunus di 07.01 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 30 Agustus 2014

GURU Itu Bukan KASTA

Guru itu kasta, menurut sebagian orang guru. Guru merasa tahu segalanya. Guru juga merasa tidak boleh salah. Bahkan guru selalu memposisikan murid sebagai orang yang belajar, orang yang tidak tahu. Guru di atas, murid di bawah. Begitukah guru ?
13853072341310393788
Hari ini Guru berulang tahun. Tapi maaf, tidak ada ucapan selamat untuk guru. Karena guru belum mau belajar, guru belum mampu jadi teladan. Guru terlalu arogan, bahkan guru terlalu “tinggi” tempatnya dalam persepsi kebanyakan orang. Padahal, guru juga manusia. Guru juga bisa salah, lalu mengapa guru tidak boleh salah ?
Di dalam kelas, guru mengajar. Guru juga merasa pemegang otoritas “kebenaran”. Murid makin sulit untuk menunjukkan “kebenaran lain” di mata guru. Kalau ilmu dan pengetahuan bersifat dinamis, mengapa guru berpikir dan bertindak statis?
Pernah suatu kali murid bertanya di kelas, “Bu Guru, apakah dingin itu ada?”. Bu Guru meremehkan pertanyaan muridnya. “Kok, pertanyaan kayak gitu. Ya, tentu dong dingin itu ada. Memangnya kamu tinggal di mana ?” jawab Bu Guru. Murid sedikit terdiam. Ia berpikir dan menjawab. “Maaf Bu Guru, menurut saya, dingin itu tidak ada. Kita sering menganggap dingin karena tidak adanya panas. Saat tidak ada panas sama sekali, maka semua partikel diam. Kita menciptakan kata “dingin” sebenarnya untuk mendeskripsikan ketidak adaan panas”.
Suasana kelas makin serius. Murid pun bertanya lagi. “Bu Guru, bagaimana dengan gelap. Apakah gelap itu ada?”. Bu Guru dengan singkat menjawab, “Ya, tentu saja gelap itu ada di sekitar kita”. Murid pun kembali menjelaskan, “Maaf Bu Guru, sungguh gelap itu juga tidak ada. Bukankah gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Gelap tidak. Kita bisa mengukur cahaya, tapi kita tidak bisa mengukur gelap. Gelapnya suatu ruangan itu diukur oleh intensitas cahaya di ruang itu. Kita memkai kata “gelap” hanya untuk mendeskripsikan ketidak adaan cahaya”.
Guru mulai tidak menerima jawaban muridnya. Dalam hatinya, membenarkan. Tapi keadaan membuat Sang Guru sulit untuk menerima. Murid itu bertanya lagi, “Bu Guru,apakah kejahatan itu ada?”. Bu Guru mulai ragu untuk menjawabnya. “Tentu kejahatan itu ada. Kita setiap hari membaca berita kriminal di koran. Di TV, sering ada bentrok atau kekerasan. Itulah bukti adanya kejahatan di sekitar kita”. Murid pun kembali memberi argumen, “Maaf Bu Guru, seperti “dingin” atau “gelap”, tadi, kejahatan juga tidak ada. Kata “jahat” sering kita pakai untuk mendeskripsikan ketidak adaan kasih sayang Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya Tuhan dalam diri kita. Seperti “dingin” yang timbul karena tidak adanya panas dan “gelap” yang timbul karena tidak ada cahaya”.
Bu Guru mulai terdiam. Merenung sambil berpikir. Adalah nyata, Guru bisa salah dan murid bisa benar. Hanya saja, tidak semua Guru dapat menerima realitas murid yang “lebih tahu” dari gurunya. Karena itu, pesan untuk Guru:
1. Teruslah belajar, jangan pernah merasa tinggi ilmunya.
2. Tetaplah membumi dalam mengajar, jangan menerawang.
3. Tekunlah membaca dan menulis, jangan hanya berbicara dari yang didengar.
4. Tuangkanlah ilmu ke “hati murid yang luas, jangan sesempit gelas.
5. Tetaplah istiqomah dalam belajar dan mengajar.
Guru akan digugu dan ditiru bila murid-murid di dalam kelas menjadi lebih penting daripada pelajaran itu sendiri. Karena dengan “belajar”, guru akan “mengajar”. Jadi, GURU itu BUKAN KASTA … Salam Guru !!
Diposting oleh Syarif Yunus di 22.46 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Terbentuknya IKA FBS UNJ

Semua orang sepakat, Ikatan Alumni bagi suatu Perguruan Tinggi (PT) sangat penting. Tapi sayang, tidak semua PT mau mengupayakan dan mengoptimalkan “keberadaan” Ikatan Alumni (IKA). Masih banyak setingkat fakultas, universitas atau alumninya sendiri “tidak peduli” terhadap eksistensi Ikatan Alumni.


13870315372002826397
Di era kini, peran Ikatan Alumni tidak hanya penting dalam mewujudkan visi & misi suatu PT, khususnya dalam kegiatan Akreditasi PT. Tapi lebih dari itu, Ikatan Alumni dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi PT di mata masyarakat, di samping “membuka jalan” untuk masuk ke dunia kerja atau usaha. Ingat, hampir semua PT yang “berkualitas” selalu ditopang oleh Ikatan Alumni yang mumpuni pula. Realitas ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan mutu lulusan PT tersebut. Jadi, alumni adalah aset penting yang harus dirangkul dan dikembangkan oleh setiap PT. Itu penting, baik untuk almamaternya maupun alumninya !!
“Membangun Sinergi” itulah kata kuncinya. Almamater/kampus dan alumni harus bersinergi. Alumni yang sukses tidak bisa dipisahkan dari almamater/kampus tempatnya menimba ilmu. Besar atau kecil sumbangsih almamater telah menjadi bagian dari suksesnya seorang alumni. Sebaliknya, almamater/kampus yang mampu memfasilitasi dan menghargai alumninya (apalagi yang sudah sukses) melalui wadah Ikatan Alumni maka dengan sendirinya akan dipromosikan sebagai “tempat belajar” yang direkomendasi dan berkualitas. Sangat disayangkan, jika banyak alumni yang sukses dan menduduki jabatan strategis, tapi tidak mampu “bersinergi” dengan kampusnya, Akhirnya, kampus jalan ke mana? Alumni jalan ke mana? Tidak ada sinergi, tidak ada kepedulian.
SINERGI Kampus dan Alumni hari ini, mutlak harus diwujudkan, Itu harga mati. Di tengah kompetisi dan dinamika peradaban yang kian sengit, sinergi kampus dan alumni menjadi eleman penting. Jadi, MEMULAI membangun SINERGI antara kampus dan alumni tidak ada kata terlambat untuk dilakukan.
Mengapa Ikatan Alumni penting ? Ayo kita pikirkan dan renungkan ! Kampus mana yang punya “nama besar” di situ pasti Ikatan Alumninya kuat. Kampus mana yang “mentereng”, karena di situ ada kumpulan alumni yang berprestasi dan berkualitas. Kampus mana yang dulunya “jelek” sekarang “bagus” karena alumninya ikut terlibat dalam “membesarkan” kampusnya sendiri. Bagaimana dengan kampus kita ?
Setidaknya ada 4 alasan yang mendasari pentingnya IKATAN ALUMNI bagis suatu kampus atau Pergur8an Tinggi:
1. Alumni dapat berperan dalam memberikan masukan dan program nyata bagi kemajuan almamater.
2. Alumni memiliki potensi dan kompetensi dalam membangun opini publik demi “nama baik” (citra) kampus.
3. Alumni sebagai produk almamater dapat menjadi relasi penting dalam memperluas jaringan kampus dengan insitusi di luar kampus.
4. Alumni dapat menjadi sumber infformasi dunia kerja & usaha bagi lulusan baru suatu kampus, di samping menjadi inspirasi bagi mahasiswa di kampus.
Terbentuknya IKA FBS UNJ
Hari ini, 14 Desember 2013, Ikatan Alumni Fakultas Bahasa & Seni (IKA FBS) Universitas Negeri Jakarta (d/h FPBS IKIP Jakarta) telah terbentuk. Dekan FBS UNJ, Dr. Aceng Rahmat didampingi PD III FBS UNJ, Sri Suhita, M.Pd. telah mengukuhkan Sdr. Khatibul Umam Wiranu (Bhs. Arab 90 – Anggota DPR RI) sebagai Ketua IKA FBS dan Sdr. Syarif Yunus (Bhs. Indonesia 89 – Profesional & Dosen) sebagai Sekjen IKA FBS untuk Perode 2013-2017. Acara pengukuhan dilakukan di Gedung E FBS UNJ Rawamangun dan dihadiri para IKA Jurusan (Bhs. Indonesia, Bhs. Inggris, Bhs. Peranci, Bhs. Jerman, Bhs. Arab, Bhs. Jepang, Seni Rupa, dan Seni Musik & Tari).
VISI IKA FBS UNJ adalah Membangun Sinergi Nyata yang berdasar kemandirian, kemanfaatan, dan kebanggaan, sedangkan MISI-nya adalah: 1) memperluas jaringan alumni yang kuat dan mandiri, 2) membangun sumber daya alumni yang kreatif dan berkualitas dalam berkarya, 3) ikut aktif meningkatkan citra dan kebanggaan almamater. Visi dan Misi IKA FBS UNJ ini sekaligus menjadi representasi “nafas” Bahasa dan Seni sebagai simbol fakultas.
Beberapa program yang dirancang IKA FBS UNJ antara lain:
Jangka Pendek (1-2 tahun ke depan):
- Pembentukan dan Rapat Kerja Pengurus IKA FBS UNJ
- Pengumpulan/Pencarian 10.000 alumni FBS UNJ melalui FB Group: IKA-FBS-UNJ
- Kegiatan Temu Alumni “FBS Poelang Kampoeng 2014”
- Pembangunan Sekretariat IKA FBS UNJ & Musholla Alumni FBS
Jangka Panjang (di atas 3 tahun ke depan):
- Pembentukan lembaga penelitian/pelatihan bahasa dan seni
- Penerbitan Jurnal Ilmiah “Bahasa dan Seni”
- Penerbitan Majalah Ilmiah “Bahasa dan Seni”
- Pendirian Koperasi IKA FBS, dll
Dalam sambutannya, Dekan FBS UNJ, Dr. Aceng Rahmat menyatakan “Semoga terbentuknya IKA FBS UNJ ini dapat meningkatkan nama baik fakultas dan menjadi mitra almamater dalam membangun sinergi yang lebih nyata” ujarnya.
“Alumni FBS harus bersatu untuk meningkatkan kiprah nyata di masyarakat sesuai bidang masing-masing sehingga nama almamater menjadi lebih positif di masyarakat” ujar Khatibul Umam Wiranu, ketua IKA FBS UNJ.
Jadi tunggu apa lagi, kinilah saat yang tepat untuk memulai dan membangun sinergi antar alumni dan almamater secara lebih nyata. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kabarkan hal ini kepada seluruh alumni Fakultas Bahasa dan Seni Univ. Negeri Jakarta (UNJ). IKA FBS UNJ, Menuju Sinergi yang lebih Nyata ,… !!
Diposting oleh Syarif Yunus di 22.45 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Ikatan Alumni, Mengapa Penting?

Ikatan Alumni, semua orang bilang dan sepakat penting untuk dimiliki. Tidak hanya untuk eksistensi, tapi juga untuk sarana silaturahmi antar keluarga besar “jebolan” suatu sekolah/universitas/lembaga pendidikan. Tapi sayang, tidak semua mau mengupayakan dan mengoptimalkan “keberadaan” Ikatan Alumni (IKA). Masih banyak dari kita yang “tidak peduli” terhadap eksistensi Ikatan Alumni.





Di era kini, peran Ikatan Alumni tidak hanya penting dalam mewujudkan visi & misi suatu sekolah/lembaga pendidikan, khususnya dalam kegiatan Akreditasi Sekolah. Tapi lebih dari itu, Ikatan Alumni dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi sekolah di mata masyarakat, di samping “membuka jalan” alumni yang lain (alumni yang baru lulus) untuk masuk ke dunia kerja atau profesional. Ingat, hampir semua sekolah yang “berkualitas” selalu ditopang oleh Ikatan Alumni yang mumpuni pula. Realitas ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan mutu lulusan sekolah tersebut. Jadi, alumni adalah aset penting yang harus dirangkul dan dikembangkan oleh setiap sekolah. Itu penting, baik untuk sekolahnya maupun alumninya !!
Buat apa? Tentu untuk “Membangun Sinergi”. Itulah kata kuncinya. Sekolah dan alumnnyai harus bersinergi. Alumni yang sukses tidak bisa dipisahkan dari sekolah tempatnya menimba ilmu. Besar atau kecil sumbangsih sekolah telah menjadi bagian dari suksesnya seorang alumni. Sebaliknya, sekolah yang mampu memfasilitasi dan menghargai alumninya (apalagi yang sudah sukses) melalui wadah Ikatan Alumni maka dengan sendirinya akan dipromosikan sebagai “tempat belajar” yang direkomendasi dan berkualitas. Sangat disayangkan, jika banyak alumni yang sukses dan memiliki potensi, tapi tidak mampu “bersinergi” dengan sekolahnya, Akhirnya, sekolah jalan ke mana? Alumni jalan ke mana? Bahkan siswanya sekarang pun entah mau kemana ? Tidak ada sinergi, tidak ada kepedulian.
SINERGI Sekolah dan Alumni hari ini, mutlak harus diwujudkan, Itu harga mati. Di tengah kompetisi dan dinamika peradaban yang kian sengit, sinergi sekolah dan alumni menjadi eleman penting. Jadi, MEMULAI membangun SINERGI antara sekolah dan alumni tidak ada kata terlambat untuk dilakukan.
Mengapa Ikatan Alumni penting ? Ayo kita pikirkan dan renungkan ! Sekolah mana yang punya “nama besar” di situ pasti Ikatan Alumninya kuat. Sekolah mana yang “mentereng”, karena di situ ada kumpulan alumni yang berprestasi dan berkualitas. Sekolah mana yang dulunya “jelek” sekarang “bagus” karena alumninya ikut terlibat dalam “membesarkan” sekolahnya sendiri. Bagaimana dengan sekolah kita dulu ?
Setidaknya ada 4 alasan yang mendasari pentingnya IKATAN ALUMNI bagi suatu SEKOLAH:
1. Alumni dapat berperan dalam memberikan masukan dan program nyata bagi kemajuan sekolah.
2. Alumni memiliki potensi dan kompetensi dalam membangun opini publik demi “nama baik” (citra) sekolah.
3. Alumni sebagai produk sekolahan dapat menjadi relasi penting dalam memperluas jaringan sekolah/siswa dengan insitusi di luar sekolah.
4. Alumni dapat menjadi sumber informasi dunia kerja & usaha bagi lulusan baru suatu sekolah, di samping menjadi inspirasi bagi siswa yang ada di sekolahan sekarang.
Cuma gimana caranya menciptakan IKATAN ALUMNI yang berkenan bagi kita semua ? Setidaknya ada 3 orientasi yang harus diciptakan IKATAN ALUMNI
  1. Ikatan Alumni yang tak usang oleh waktu, yang tidak mengenal fanatisme kelompok, angkatan atau usia sekalipun. Memang sulit, tapi kegagalan banyak IKATAN ALUMNI karena terlalu banyak dikotomi di antara anggotanya. Inilah PR besar yang perlu kita cari “jalan tengah”.

  2. Ikatan Alumni selalu mencerahkan, yang membangun tradisi untuk “bersinergi nyata” bukan sekedar kangen-kangenan dan nostalgia. Informasi terkini dari sekolah harus didapat dan apa yang bisa diperbuat alumni untuk sekolahnya. Ikatan Alumni harus mencerahkan bagi para alumninya, sekolahnya, dan jika perlu siswa yang sedang belajar di sekolah. Ini PR lagi ….

  3. Ikatan Alumni harus realistis, tidak berlebihan dalam “bermimpi”. Jangan terlalu banyak yang di mau, di samping jangan ada kepentingan orang per orang yang dominan, semuanya didasari pada realitas. Apa adanya bukan ada apanya. Realistis dalam melihat dinamika zaman, realistis dalam berteman, realistis dalam mengatur waktu.
Ketiga dasar itu yang menurut saya dapat membuat IKATAN ALUMNI memiliki “daya guna” yang lebih tinggi. Tulisan ini dibuat hanya untuk menjadi “bahan renungan” bersama para alumni dalam “realitas kekinian” manusia dan masyarakat. Saat ini banyak orang cenderung apatis, hedonis, dan terkesima dengan hiruk pikuk kehidupan. Tanpa mamu berbuat yang lebih bagi orang lain ?
Jika kita renungkan, kenapa sih bangsa ini semakin banyak orang pintar tapi makin banyak koruptor-nya? Ya karena ada yang hilang di era belajar saat proses kepintaran mereka. Di saat belajar, orang-orang pintar itu “kehilangan” konsep berpikir ala sekolahan yang harus ada pada dirinya, yaitu 1) ETIKA akan pentingnya mengajarkan manusia untuk berbuat baik dan menjadi teladan dalam kehidupan. Mereka pintar tapi lupa etika saat harus mengimplementasikan ilmu yang dimiliki, 2) LOGIKA akan pentingnya kepandaian akademis dalam berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat. Logika harusnya dapat membawa kita untuk mencapai cita-cita, tapi setelah itu logika juga tidak boleh menjadikan orang pintar bersikap apatis. Orang pintar harus pandai juga bermasyarakat sehingga kepintarannya mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, orang pintar yang menganggap setiap masalah dan dinamika yang terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan sendiri-sendiri, dan 3) ESTETIKA akan pentingnya mengajarkan kreativitas dalam menerapkan disiplin ilmu yang dimiliki. Kemampuan memadukan etika dan logika, masih mau berdiskusi dan menuliskan pemikirannya.
Ahhh … maaf terlalu banyak saya berkata-kata. Ini hanya pemikiran saja supaya menjadi bacaan yang mencereahkan. Akankah kita masih saja memikirkan kepentingan diri sendiri? Tentu jawabnya, TIDAK. Inilah bentuk tanggung jawab moral kita bersama. Mari kita “bergerak menuju sesuatu” – Moving Toward Something.
Diposting oleh Syarif Yunus di 22.41 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

IKA FBS UNJ PUNYA 30.000 Alumni; Setara Apa ?

Berapa besar alumni FPBS IKIP Jakarta atau FBS Universitas Negeri Jakarta?
Memang, tidak ada data yang pasti. De Facto, Jurusan tertua di FBS UNJ adalah Bahasa Indonesia yang sudah ada sejak tahun 1961. Sedangkan saat ini, FBS UNJ sudah memiliki 9 Jurusan (Bhs Indonesia, Bhs. Inggris, Bhs. Perancis, Bhs. Jerman, Bhs. Arab, Bhs Jepang, Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari).



1398531157950123205
Apabila kita berasumsi “biasa” saja, FBS UNJ anggap saja baru ada selama 40 tahun dengan jumlah lulusan setiap jurusan mencapai 100 orang dikalikan 8 jurusan yang sudah ada sejak lama, itu artinya sudah ada 30.000-an alumni.
Woww…. Jumlah ALUMNI yang LUAR BIASA = 30.000 ALUMNI
Apa artinya 30.000 Alumni itu ?
Luar biasa. Jumlah yang tidak sedikit. Jika saja, seluruh alumni FBS UNJ mampu ber-SINERGI maka kekuatan DAHSYAT pasti tercipta.
Asal kita tahu saja, angka 30.000 itu kurang lebihnya setara dengan Data & Fakta di bawah ini:
- Buku “Best Seller” di Indonesia biasanya dibaca oleh 10.000 orang, maka dengan 30.000 alumni, IKA FBS UNJ bisa meng-create 3 Buku Best Seller per tahun.
- Indonesia menargetkan punya 30.000 Orang Bergelar Doktor Tahun 2030
- Korea University, salah satu universitas swasta terkemuka di Seoul didirikan tahun1905 dan 3 besar universitas terbaik di Korea Selatan memiliki jumlah mahasiswamencapai 30.000 orang.
- Larry Page & Sergey Brin mendirikan Google pada September 1998 dan kinimemiliki lebih dari 30.000 karyawan di seluruh dunia.
- Satu kecamatan di Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 30.000 jiwa
- Saat Gunung Sinabung tahun 2010, ada 30.000 orang mengungsi
- Stadion De Grolsch Veste, Markas Klub FC Twente di Belanda berkapasitas 30.000 penonton.
- Jumlah agen rahasia Mossad saat ini diperkirakan mencapai 30.000 orang.
- Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Korea Selatan berjumlah 30.000orang
- Konser SLANK Desember 2013 di gelora Bung Karno dihadiri sekitar 30.000 Slankers.
- Perusahaan rokok terbesar di Indonesia PT Gudang Garam memiliki sekitar 30.000karyawan
- Biaya pengurusan Surat Nikah di KUA di Indonesia besarnya Rp. 30.000,-
- Jika ALUMNI FBS UNJ mau menggalang dana Rp. 10.000 per Alumni, maka ada potensi dana Rp. 300.000.000, - per tahun. Atau bisa dipakai REUNI 30 kali setahun. FANTASTIS.
Nahh, itulah sekelumit tentang angka 30.000 Alumni yang dimiliki IKA FBS UNJ.
Lalu, apa yang dapat kita lakukan ?
Sejak Juni 2014 ini, untuk memfasilitasi kegiatan alumni FPBS/FBS UNJ yang lebih nyata dan bermanfaat maka telah didirikan YAYASAN IKA FBS UNJ untuk fokus menyelenggarakan kegiatan 1) sosial dan pendidikan dan 2) kemanusiaan. Untuk apa? Untuk MEMBANGUN SINERGI NYATA di antara alumni. Adapun bidang kegiatan YAYASAN IKA FBS UNJ adalah sbb:
1. Di Bidang Sosial:
a) Mendirikan Lembaga Non formal dengan mengembangkan, meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, menjembatani kebutuhan masyarakat akan penyuluhan, pengkajian ilmiah sesuai dengan bidang-bidangnya dan mendirikan lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang bahasa dan seni, manajemen dan ilmu pengetahuan lainnya.
b) Mendirikan lembaga formal dengan mendirikan,pelatihan dan penelitian di bidangbahasa, seni, sosial, budaya, kesehatan dan lingkungan hidup, mendirikan pendidikan dari Taman Bermain,Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Umum, Sekolah Menengah Kejuruan sampai dengan Perguruan Tinggi;
c) Mendirikan dan mengembangkan perpustakaan perpustakaan, jurnal ilmiah, majalah, buletin-buletin, brosur-brosur,– tempat kursus dan lain-lain yang bersifatpendidikan;
d) Mendirikan Rumah sakit, Poliklinik, dan Laboratorium;
e) Menyelenggarakan panti asuhan, panti jompo dan  panti werda;
f) Pembinaan Olah Raga, bahasa, seni;
g) Studi Banding dan Penelitian di bidang Ilmu Pengetahuan;
2. Di bidang Kemanusiaan:
a. Memberi bantuan terhadap korban bencana alam maupun perang, baik secara medis dan atau pangan;
b. Memberi bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin, yatim piatu dan gelandangan;
c. Melestarikan lingkungan hidup.
d. Menyalurkan dana sedekah/amal jariyah umat islam dan lainnya yang diberikan secara ikhlas.
Kini, jalan tidaknya YAYASAN IKA FBS UNJ sangat bergantung pada 30.000 alumni yang bernanung di dalamnya. Partisipasi dan keterlibatan aktif mereka sangat dibutuhkan, tanpa terkecuali. Bergabunglah dan berbuat sesuatu yang nyata, tentu lebih baik daripada tidak sama sekali.
Yayasan IKA FBS UNJ menanti kiprah para sahabat semua dalam naungan Yayasan IKA FBS UNJ.
Salam SINERGI !!
Diposting oleh Syarif Yunus di 22.34 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

LOGO IKA FBS UNJ

LOGO IKA FBS UNJ
Menuju SINERGI NYATA

AGENDA IKA FBS UNJ

Sabtu, 10 Nov 2018
Aloemni FBS Poelang Kampoeng di Pendopo FBS Kampus UNJ Rawamangun. Ajang silaturahim dan nostalgia masa belajar di kampus untuk semua alumni, semua angkatan, semua program studi. Kalo bukan sekarang, kapan lagi?
Biaya Rp. 50.000 per alumni
Dress Code: Atasan Putih & aksesori PINK
Hubungi: Syarif 0812 8568 3535

IKA FBS UNJ "Menuju Sinergi Nyata"

IKA FBS UNJ "Menuju Sinergi Nyata"

Arsip Blog

  • ►  2018 (2)
    • ►  Agustus (2)
  • ►  2017 (5)
    • ►  November (5)
  • ▼  2014 (10)
    • ►  September (2)
    • ▼  Agustus (7)
      • Peluncuran YAYASAN IKA FBS UNJ; Menuju SINERGI NYA...
      • Ketika Alumni FPBS IKIP Jakarta/FBS UNJ "Poelang K...
      • GURU Itu Bukan KASTA
      • Terbentuknya IKA FBS UNJ
      • Ikatan Alumni, Mengapa Penting?
      • IKA FBS UNJ PUNYA 30.000 Alumni; Setara Apa ?
      • Peluncuran YAYASAN IKA FBS UNJ; Langkah Menuju SIN...
    • ►  Mei (1)
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.